Tuesday 23rd October 2018

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan Finansial

foto sukses adalah hak saya

Jakarta – Kecerdasan Finansial, itulah kata yang saat ini banyak digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja para karyawannya. Mereka sadar bahwa kewajiban perusahaan bukan semata hanya memberikan gaji kepada karyawannya tetapi juga bagaimana perusahaan berkewajiban untuk membekali karyawannya dengan kecerdasan finansial agar mampu mengelola gaji yang diterima dengan baik.

Tetapi masih cukup banyak juga perusahaan yang bertanya apa perlunya kecerdasan finansial dan apa hubungannya dengan produktifitas kerja. Berikut ini adalah sebuah realitas untuk semakin meyakinkan anda betapa pentingnya kecerdasan finansial untuk hidup di  zaman ini. Apabila anda merasa ini adalah bagian dari permasalahan yang dihadapi oleh karyawan atau perusahaan anda maka sudah selayaknya anda memikirkan pembekalan kecerdasan finansial bagi mereka mulai dari sekarang.

Dalam artikel yang diulas oleh Andreas Hartono di laman mengelolakeuangan.com, ada beberapa pemabahasan penting yang menarik untuk dipelajari. Berikut kupasannya:

Realitas – Kenaikan gaji tidak sebanding dengan inflasi

Perusahaan setiap tahun rata-rata hanya memberikan kenaikan gaji di bawah 10% padahal inflasi atau kenaikan harga yang terjadi setiap tahunnya lebih dari 10%. Akibatnya gaji seorang karyawan tidak lagi cukup untuk membiayai hidup dari tahun ke tahun karena kalah cepat dengan kenaikan harga kebutuhan hidup.

Realitas – Kenaikan gaji kalah dengan laju potensi utang

Hampir semua perusahaan memberikan kenaikan gaji kepada karyawan 1 kali dalam setahun tetapi sadarkah kalau potensi utang yang dihadapi karyawan ada 365 hari dalam setahun. Karyawan dibombardir dengan kemudahan utang tanpa memperhatikan lagi faktor pendapatan dan kemampuan membayar utang. Akibatnya karyawan mudah terpeleset pada jebakan utang dan akhirnya masuk dalam lingkaran setan utang.

Realitas – Pengetahuan investasi sangat rendah

Disaat kemudahan utang menjadi sangat terasa tetapi pengetahuan dan ketrampilan karyawan dalam hal berinvestasi masih sangat tumpul. Survei yang ditulis majalah SWA mengatakan bahwa 80% eksekutif terancam miskin di hari tua. Mengapa ? Karena kebanyakan eksekutif atau karyawan hanya mencari kenikmatan sementara dengan mengutamakan keinginan daripada kebutuhan dan melupakan aspek finansial paling penting yaitu menabung dan berinvestasi.

Realitas – Mudah tertipu karena mentalitas ingin cepat kaya

Zaman memang menuntut kecepatan tetapi dalam hal keuangan ada proses dan waktu yang tidak dapat diabaikan. Karena ingin cepat kaya dengan mudah mengakibatkan banyak karyawan tergiur dalam investasi bodong dengan kecepatan pertumbuhan yang relatif tidak masuk akal dan menyalahi kaidah dan prinsip-prinsip investasi yang benar.

Realitas – Lebih dari 80% karyawan keuangannya tidak sehat

Dalam ratusan kelas dengan ribuan peserta training didapatkan data yang sangat menyedihkan yaitu lebih dari 80% karyawan bermasalah dengan jumlah tabungan yang dimiliki, kebiasaan menabung dan cicilan utang yang melebihi batas normal.

Itulah beberapa realitas yang kita jumpai sehingga wajar kualitas kehidupan kebanyakan karyawan kurang baik dan akhirnya juga berdampak pada produktifitas kerja. Sekarang saatnya perusahaan memberikan training perencanaan keuangan plus motivasi untuk meningkatkan kecerdasan finansial

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan