Tuesday 23rd October 2018

BNP2TKI Fasilitasi Pencairan Asuransi Kematian 3 TKI Tragedi Mina

????????????????????????????????????

Jakarta – Sebanyak 3 orang Tenaga Kerja Indonesia korban tragedi Mina 204 yang meninggal dunia pada Kamis, 24 September 2015 mendapat santunan ekstra cepat dari perusahaan konsorsium asuransi TKI. Ketiganya yaitu Akhmad Jamhuri, Wartoyo Usman, dan Asdinur Bin Sanurih meninggal sedang melaksanakan ibadah haji dan tercatat sebagai pekerja pada perusahaan kontraktor Bin Laden.

“BNP2TKI memfasilitasi pengurusan asuransi TKI ini lebih cepat dari prosedur yang biasanya dilalui,” ujar Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid ketika memfasilitasi pemberian kepada keluarga 3 di Jakarta, Rabu (6/10/2015).

Turut hadir  Deputi Perlindungan BNP2TKI, Lisna Yoeliani Poeloengan, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Dumoli Pardede,  Direktur Operasional Konsorsium asuransi Jasindo, Sahata L. Tobing dan Direktur Utama Konsorsium Asuransi Mitra TKI, Mashudi.

Data BNP2TKI mencatat ketiga TKI tersebut Akhmad Jamhuri, nomor Paspor: A 6513810, beralamat di Jalan Baledono, RT/RW 004/008, Purworejo, Jawa Tengah dan berangkat melalui PT Tifar Admanco. Kedua, Wartoyo Usman, dan Asdinur Bin Sanurih, nomor Paspor: B 0020524, beralamat di Jln. Cililitan Besar, Gg Murni II No 18, RT/RW: 12/01, Kel Makasar, Kec Makasar, Jakarta Timur dan berangkat melalui PT Amil Fajar Internasional. Ketiga, 3. Asdinur Bin Sanurih, nomor Paspor: A 9386574, beralamat di Jln. Karya Utama, RT/RW: 03/06, Kel Srengseng, Kec Kembangan, Jakarta Barat, dan berangkat melalui PT. Tifar Admanco

Nusron menjelaskan, semenjak mendapatkan informasi dan kepastian mengenai identitas TKI yang menjadi korban Peristiwa Mina tersebut, BNP2TKI langsung berkoordinasi dengan keluarga serta PPTKIS yang memberangkatkannya untuk penanganan lebih lanjut termasuk hak-haknya saat bekerja, dan hak asuransinya.

Selain ketiga identitas korban TKI yang sudah ditemukan ini, BNP2TKI juga masih terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri terkait dengan nama-nama lain yang belum ditemukan. BNP2TKI sudah mengkroscek nama-nama berdasarkan identitas TKI yang melakukan ibadah haji. Namun, BNP2TKI belum bisa menyampaikan nama-nama lainnya tersebut karena masih menunggu kepastian identifikasi dari pihak Kementeria Luar Negeri.

“Ini sudah menjadi kewajiban BNP2TKI, setiap ada hal yang menyangkut nasib TKI untuk memberikan perlindungan dan memastikan hak-haknya terpenuhi,” papar Nusron.

Informasi tentang kabar meninggalnya TKI diperoleh dari Tim dari KJRI Jeddah dan Tim Haji (PPIH Arab Saudi) yang telah melakukan penelusuran di RS. Al Muasisim, RS darurat untuk penyimpanan jenazah. Diperoleh informasi bahwa diantara korban meninggal saat peristiwa Mina yang terjadi pada Kamis, 24 September 2015 terdapat tiga orang WNI yang merupakan TKI yang tercatat bekerja di perusahaan Bin Ladin. (zul).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan