Friday 14th December 2018

Cagub DKI Ichsanuddin Noorsy Beri Kuliah Subuh Ratusan Jamaah dari 5 Wilayah Jakarta

IN5

Jakarta – Masjid merupakan instrumental utama umat Islam dalam melakukan memerangi perubahan kemiskinan, kebodohan dan ketertindasan. Pemberdayaan umat melalui pengumpulan zakat, infak dan shodaqoh (ZIS) ini juga harus diimbangi dengan peningkatan menejemen pengelolaan masjid secara profesional.

“Takmir Masjid (pengurus Masjid) harus diberdayakan lebih dulu agar cita-cita memerangi umat bisa berjalan dengan baik. Hanya SDM Takmir yang baik yang akan bisa mengajak umat untuk memakmurkan masjid,” ujar Pengamat Kebijakan Publik, Ichsanuddin Noorsy pada kesempatan Tausyiah di acara santunan 1100 anak yatim se Jakarta yang diadakan oleh KPIN bersama Masjid Al Marzuqiyah di Sponsori Travel Kita. Cipinang Muara, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/15).

Acara santunan 1100 anak yatim se Jakarta dihadiri ratusan jamaah masjid terdiri dari utusan pengurus masjid se Jakarta yang membawa perwakilan anak-anak yatim. Kegiatan yang dimulai dengan sholat subuh berjamaah, tausiah Ichsanuddin Noorsy dan dilanjutkan dengan pembagian santunan 1100 anak yatim se DKI Jakarta dan diakhiri dengan doorprize hadiah utama Umroh.

Mengutip surat At Taubah ayat 18, Noorsy mengatakan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan beriman dengan hari kemudian, mendirikan sholat, menunaikan zakat, tidak takut kepada siapapun selain Allah SWT maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Noorsy mengatakan, ZIS mampu menegakkan keadilan dan memerangi kebodohan, kemiskinan dan menolak ketertindasan. Sementara ilmu ekonomi pasar tidak peduli dengan keberadaan kaum miskin.

Kepada pengurus masjid Al Marzuqiyah, Noorsy mengemukakan, bahwa keberhasilan dalam pengelolaan mesjid itu harus dimulai dengan modal sosial seperti kejujuran, komitmen, kepercayaan, dan silaturahmi.

“Nah, bila modal sosial bisa ditumbuhkembangkan maka pengelolaan ZIS diharapkan bisa berjalan dengan baik,” imbuh Noorsy, ekonom yang dicalonkan menjadi Cagub DKI Jakarta 2017 mendatang dari jalur independen oleh sejumlah elemen nasyarakat dan para alim ulama se Jakarta.
Noorsy menjelaskan 3 manfaat Zakat. Pertama, An Nama (tumbuh dan berkembang). Dengan berzakat maka harta yang dibayarkan tidaklah akan berkurang. Justru akan tumbuh berkembang.

Kedua, Ath thaharoh (suci). Harta dikeluarkan zakat akan menjadi bersih. Jiwa pemiliknya dari kotoran hasad, dengki dan bakhil.
Ketiga, Ash sholahu (baik). Harta yang di keluarkan zakat akan menjadi baik dan zakat sendiri akan memperbaiki kualitas hartanya dan memperbaiki amal yang pemiliknya.

Adapun Infak, kata Noorsy, yaitu menelurkan sebagian harta utk sesuatu kepentinga belanja utk kepentingan diri, keluarga atau masyarakat. Sementara sedekah diartikan sebagai mengeluarkan harta yang tidak wajib di jalan Allah dan biasa diartiakansebagai bantuan non materi atau ibadah fisik non materi.

Selanjutnya Noorsy meminta pada pengurus Masjid agar memulai upaya-upaya pemberdayaan umat melalui pengumpulan ZIS.

“Saya berharap dan berdoa agar takmir masjid Al Marzuqiyah mempelopori pemberantasan kemiskinan, kebodohan dan ketertindasan,”pungkas Cagub DKI putra Betawi. (Zul)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan