Friday 14th December 2018

Kebutuhan Cangkul 10 Juta Per Tahun, Tiga BUMN Ditunjuk Pasca Penghentian Impor dari China

cangkul

Jakarta – Pemerintah pasca rapat penghentian impor cangkul dari negara China pada Senin (31/10) ini di Kementerian Perindustrian, serta dengan melibatkan Kementerian Perdagangan, kini menunjuk tiga perusahaan BUMN untuk memenuhi kebutuhan cangkul nasional yang jumlahnya mencapai 10 juta unit per tahun.

Demikian disampaikan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan.

“Pemerintah telah memberi penugasan kepada tiga perusahaan BUMN untuk memenuhi kebutuhan cangkul nasional, dengan melibatkan jaringan Industri Kecil Menengah (IKM),” ujarnya.

Ketiga BUMN tersebut yakni PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra (BBI), dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Disebutkan, berdasarkan rapat sebelumnya dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, telah meminta ketiga BUMN tersebut melaksanakan tugas segera dengan memaksimalkan peran IKM dalam memproduksi cangkul.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Sukandar mengaku siap memproduksi bahan baku kepala cangkul berupa high carbon steel, dalam memenuhi kebutuhan 10 juta unit cangkul per tahun.

“Bahan yang dipakai untuk cangkul itu high carbon steel. Kami memproduksinya di Cilegon, Banten. Memang membutuhkan kekerasan yang khusus,” tambahnya.

Menurut Sukandar, dibutuhkan 15 ribu ton high carbon steel untuk mempersiapkan 10 juta unit cangkul, namun hal itu dapat dipenuhi oleh Pt Krakatau Steel.

Selain itu, dari PT BBI menyampaikan pabrik milik perusahaannya seluas 1 hektare di Pasuruan, Jawa Timur, itu juga mampu memproduksi 700 ribu unit cangkul per tahun.

“Cangkul BBI sangat terkenal dengan kepala cangkulnya, yaitu cap mata. Kualitasnya sangat bagus. Kami memiliki lisensi dari Jerman untuk memproduksinya. Jadi, kami siap mendukung kebutuhan cangkul nasional,” ungkap perwakilan BBI, Rahman Sadikin.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Krakatau Steel untuk memenuhi bahan baku material cangkul yang diperlukan.

Sedangkan Direktur PT PPI, Agus Andiyani menegaskan perusahaannya siap mendukung pendistribusian cangkul produksi dalam negeri ke seluruh Indonesia. (Zul)

 

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan