Tuesday 23rd October 2018

Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila Hadiri Lomba Ceramah Nilai-Nilai Pancasila

Ketua Umum Majelis Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, SH menghadiri kegiatan  Lomba Ceramah Nilai-Nilai Pancasila Tahun 2016.

Jakarta – Ketua Umum Majelis Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno, SH menghadiri kegiatan  Lomba Ceramah Nilai-Nilai Pancasila Tahun 2016. Lomba  yang diikuti oleh 50 anggota organisasi Pemuda Pancasila dari Se- Jabodetabek ini  di Gelanggang Remaja, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/10).

“Lomba ini penting. Tetapi lebih penting adalah jika kader Pemuda Pancasila mempu menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Japto.

Lomba Ceramah Nilai-Nilai Pancasila bertema “Kita Tingkatkan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Guna Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” yang berlangsung selama 3 hari, 12-14 Oktober 2016 ini dihadiri juga oleh  Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad Brigjen TNI Budi Sulistijono.

Menurut Japto, hingga kini seluruh jaringan organisasi Pemuda Pancasila di tanah air tengah melakukan konsolidasi kelembagaan dan  konsolidasi program.

Kepada Waaster Kasad Brigjen TNI Budi Sulistijono, Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila menjelaskan bahwa Lomba Ceramah Nilai-Nilai Pancasila Tahun 2016 merupakan bentuk lain dari aktualisasi kader-kader Pemuda Pancasila terhadap kecintaan mereka terhadap masa  depan ideologi Pancasila yang selama ini mereka praktekkan dalam kehidupan kesehariannya.

“Kader Pemuda Pancasila bersama TNI akan selalu menjaga Pancasila. Kerjasama bersejarah antara Pemuda Pancasila dalam mengawal Pancasila dan UUD’45  dengan TNI AD yang telah berlangsung sejak dulu akan terus kita lanjutkan,” tegasnya.

Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP Japto Soelistyo Soerjosoemarno mengingatkan tentang perlunya generasi muda untuk mengaktualkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia menjelaskan, bahwa ancaman perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ) sempat tercolong dengan adanya amandemen UUD 1945 tahun 1999-2002. Empat kali Amandemen UUD 1945 itu menyebabkan keretakan di antara anak bangsa.

Menurut Japto, demokrasi yang terjadi sekarang penuh kegiatan transaksional. Wakil rakyat itu hanya bicara tentang kepentingan partainya sementara Pemuda Pancasila selalu berfikir dan bertindak untuk kepentingan bangsa dan negara.

”Kader PP ada di berbagai parpol.  Kader PP harus kembali ke jati dirinya sebagai warga negara yang Pancasilais dan mengamalkan UUD 1945 sesuai naskah aslinya.  kata Japto  (Zulfikri)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan