Friday 14th December 2018

Memahami Kecerdasan Finansial (Fin-Q)

4-Kwadran

Istilah IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), bahkan SQ (Spiritual Quotient) pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, tetapi bagaimana dengan Fin-Q? Mungkin istilah yang ini belum terlalu akrab atau masih jarang kita dengar.

Fin-Q adalah singkatan untuk Financial Quotient, yakni kesadaran seseorang mengenai kondisi keuangannya serta kemampuannya untuk memahami pentingnya perencanaan keuangan serta pengelolaan keuangan yang baik.

Di era global sekarang ini, kecerdasan finansial menjadi sesuatu yang mutlak dipahami bila ingin sukses. Roda perekonomian bergerak dengan sangat cepat, pasar modal dan keuangan pun mengikuti kecepatan transfer data melalui akses Internet. Ketidakmampuan dalam memahami bagaimana membelanjakan uang secara cerdas dan bagaimana menginvestasikan dana yang ada seringkali membuat seseorang terperangkap “bekerja untuk uang” sepanjang hidupnya. Padahal jika ingin maju, yang seharusnya dilakukan adalah berstrategi bagaimana membuat “uang bekerja untuk Anda”.

Fin-Q juga bisa digunakan untuk mengukur kecerdasan finansial rata-rata suatu masyarakat. Misalnya saja survei Fin-Q yang dilakukan oleh Citi terhadap 500 orang responden di Indonesia. Responden dipilih secara acak, dengan syarat berusia minimal 18 tahun dan memiliki tabungan di bank atau kartu kredit. Survei dilakukan melalui kuesioner online yang terdiri dari 40 pertanyaan meliputi berbagai topik terkait pengambilan keputusan keuangan dan kebiasaan-kebiasaan keuangan yang baik. Survei Fin-Q dilakukan oleh Citi secara rutin setiap tahun, dan terakhir kali dilakukan pada tanggal 14-19 Desember 2011 lalu.

Hasil Fin-Q 2011 menunjukkan rata-rata skor Fin-Q orang Indonesia berada di angka 57, naik 5 poin dari tahun sebelumnya. Beberapa temuan menarik diantaranya:

–  Hanya sekitar 62% dari orang Indonesia yang merasa bahwa mereka telah memiliki pemahaman yang “baik” atau “sangat baik” mengenai pengelolaan keuangan pribadi.

–  Tiga hal yang menjadi perhatian utama bagi orang Indonesia adalah meningkatkan jumlah tabungan, memenuhi kebutuhan bulanan, dan menabung untuk hari tua.

–  Dalam hal menabung untuk hari tua, kebanyakan orang Indonesia lebih memilih untuk berinvestasi kas keras (tabungan/deposito berjangka), berinvestasi properti, atau membeli asuransi. (zul)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan