Tuesday 23rd October 2018

Menaker Upayakan Tambahan Kuota Peserta Progam Pemagangan di Jepang

menaker

Jakarta – Menaker mengupayakan tambahan kuota peserta program pemagangan di Jepang dalam pertemuan bilateral tingkat menteri antara Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri dengan Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan (Minister of Health, Labour and Welfare) Jepang Mr. Yasuhisa Shiozaki, di Tokyo, Jepang, Senin petang (7/9) waktu setempat. Adanya tambahan kuota pemagagan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi kerja tenaga kerja Indonesia.

“Pelaksanaan pemagangan ini merupakan salah satu langkah konkrit dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Pemerintah terus mempersiapkan tenaga kerja berkualitas yang siap bersaing secara global,” ungkap Menteri Hanif.

Program magang di Jepang ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemuda Indonesia di bidang industri, meningkatkan keterampilan kerja, menambah wawasan ilmu pengetahuan serta meningkatkan etos kerja. Bahkan program pemagangan pun bisa dijadikan alternatif dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

“Manfaat utama yang akan dirasakan peserta program pemagangan di dalam dan luar negeri dapat mendorong untuk meningkatkan kompetensi kerja yang profesional pada tingkat lebih tinggi dalam persaingan SDM di era globalisasi ini,” tambahnya.

Di tahun 2015, Kemnaker menargetkan penempatan peserta magang kerja ke Jepang sebanyak 2.500 orang. Para peserta magang bakal ditempatkan di sekitar 500 perusahaan yang menyediakan 60 jenis kejuruan kerja. Jumlah peserta pemagangan yang telah diberangkatkan melalui kerangka kerjasama ini hingga bulan Agustus 2015 sebanyak 36.330 orang. Peserta magang ke Jepang yang telah kembali ke tanah air sebanyak 32.420 orang, dan masih melaksanakan program magang sebanyak 3.860 orang.

Dalam mengikuti program pemagang selama 3 tahun di Jepang, para peserta magang dilindungi oleh asuransi dan jaminan kesehatan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan di Jepang. Selain itu, mereka pun mendapatkan penghasilan/gaji secara rutin. Untuk tahun pertama, peserta pemagang mendapat gaji magang  80.000 yen atau 8,2 juta rupiah per bulan. Selanjutnya, untuk tahun kedua akan mendapatkan gaji magang sebesar 90.000 yen atau senilai 9,2 juta rupiah. Sedangkan di tahun ketiga peserta magang akan menerima gaji sebanyak 100.000 yen atau 10,2 juta rupiah. Tak hanya itu, setelah lulus program pemagangan, peserta magang juga akan diberi uang bantuan permodalan. (Zul)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan