Tuesday 23rd October 2018

Soal Demo 4 November, Din Syamsuddin: Pemerintah Sebaiknya Merespon Tuntutan Umat

Din Syamsuddin

Jakarta – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan kini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Din Syamsuddin mengungkapkan demo besar umat Islam yang akan meminta Ahok dihukum berat pada 4 November ini sebagai hal yang wajar.

“Mereka merasa aspirasinya belum didengarkan. Karena itu, sebaiknya pemerintah merespon apa yang menjadi tuntutan kalangan Islam,” katanya, sesuai membuka World Peace Forum di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/11).

Din juga menyatakan kasus Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait Alquran surat Al-Maidah ayat 51, dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu adalah penistaan terhadap Islam.

“Kalau saya berpendapat begitu. Ahok memberikan judgement atau penilaian pada kelompok tertentu dengan melecehkan Alquran,” ujarnya.

Ahok pun kini terus menjadi sorotan atas kasusnya tersebut, hingga gelombang demontrasi umat Islam menuntutnya diproses secara hukum dan seadil-adilnya. Sementara demo besar lanjutan masih disiapkan pada 4 November 2016 utamanya di ibukota dan meliputi daerah lain di Indonesia.

Dalam kasus yang dilakukannya, Ahok memang meminta warga untuk tidak mau dibohongi dengan surat Al-Maidah ayat 51, agar tidak memilih dirinya di Pilkada DKI 2017.

Menurut Din, meskipun Ahok telah menistakan agama Islam atau Alquran, bukan berarti Ahok tidak bisa dimaafkan. “Islam mengajarkan prinsip saling memaafkan,” tandasnya.

Namun demikian, soal proses hukum kepada Ahok, Din menunggu janji Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian guna memperosesnya secara cepat.

“Urusan proses hukum, itu merupakan wewenang negara. Saya sudah dengar dari Kapolri akan diproses, ya tinggal ditunggu saja, kan,” jelasnya. (Zul/ Foto: Ist)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan