Nasi sudah menjadi bubur. Mawar menolak permintaan maaf sang dosen berinisial RP itu, dan memutuskan melaporkan perbuatan tidak senonoh yang dia alami ke polisi.
Kejadian pada Jumat (20/02/2026) siang itu, menjadi pelajaran berharga pada diri Mawar. Andai saja imannya lemah, bisa jadi dia akan menjadi budak nafsu sang dosen mesum.
Untung masih diraba-raba. Tak sampai naik ke bulan.
Tetapi sebagai Boru Batak, Boruni Raja, harga diri Mawar telah diinjak-injak. Dan, yang paling miris, yang melakukannya justru dosen, sosok yang ia menaruh hormat.
Lalu, dia pun berhenti menangis. Ia usap air mata di pipinya. Kemudian, Mawar meraih handphone dan menghubungi keluarga agar segera mengevakuasinya dari hotel itu.
Sementara, sang dosen inisial RP bergegas pergi.
Beberapa saat kemudian, keluarga Mawar pun datang menjemput. Di situ, air mata Mawar kembali bercucuran. Dia tak kuasa menahan tangis saat menceritakan perbuatan tidak senonoh sang dosen terhadapnya.
Mendengar curahan hati Mawar, hati orangtua mana yang tidak terluka? Namun, keluarganya berusaha tetap tegar sembari memberi semangat kepada Mawar. Singkat cerita, Mawar pun dibawa pulang.
Sesampainya di rumah, pihak keluarga Mawar sepakat melapor ke polisi. Sikap mereka tetap teguh sekalipun dosen berinisial RP itu kembali datang dan menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada Mawar di rumah mereka, seputaran Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Melaporkan perbuatan tidak senonoh ke aparat penegak hukum, adalah jalan satu-satunya. Pihak keluarga Mawar ingin dosen berinisial RP itu mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Terpisah, Kepala SPKT Polres Pematangsiantar, Ipda Jhonson Panjaitan mengatakan, akan memroses laporan pengaduan tersebut.
Sementara itu, dosen berinisial RP hingga berita ini ditayangkan, belum memberikan tanggapan. Bahkan, ketika dihubungi via WhatsApp, dosen mata kuliah Bahasa Inggris itu, sama sekali tidak ada respon.
Untuk diketahui, kejadian tidak senonoh yang dialami Mawar (bukan nama sebenarnya) terjadi di salahsatu hotel bilangan Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, pada hari Jumat (20/02/2026). Mawar mengalami pelecehan dan yang melakukannya adalah dosennya sendiri, inisial RP.
Mawar tercatat sebagai mahasiswi pada salahsatu universitas swasta di Kota Pematangsiantar. Saat ini, dia sedang menyusun skripsi dan dosen RP sebagai pembimbingnya.







